a
|
|
|
belum waktunya hihihi.. uda lama banget ga nge update ni blog, ngemeng-ngemeng ni blog punya siapa y?saking lamanya ga dbuka haha.. bahkan tadi sampe bingung passwordnya apa *fuu.. untung baerteman dengan hacker, jadi bisa di bantu nemuin sandinya.. Ummm... sebentar lebaran Idul Adha akan tiba, waduh langsung keingetan di Indonesia ni, sembeleh kambing, potong daging, bakar sate, makan sop, top bener!!. Tapi sebelum lebaran tiba banyak kejadian yang ingin gw share, bermula dari keinginan berangkat ke Tanah suci pada tahun ini. Mengurus segala persyaratan mulai dari iqamah, rekomendasi KBRI, ta'tim (periksa kesehatan), ta'syir audah, dll. Sementara persyaratan dilengkapi ternyata ada pengumuman dari travel yang memberikan statement bahwasanya pembatasan jamaah haji untuk orang asing yaitu 30quota saja dan dengan tambahan uang sebesar $300 per quota Tanggal 17 sejak pertemuan yang mengundi untuk 30 orang jamaah haji saja, otomatis gw mundur perlahan dengan bijaksana, mungkin lum waktunya gw kesana, tp gw mau banget, kangen makkah dan madinah serta kangen mama. Segala urusan dihentikan, pengurusan iqamah melalui jalur hitam dihentikan juga. Terdiam, termenung, dan berusaha mengkomunikasikan kepada mamaku. Setelah pengundian di angkat 30 nama calon jamaah haji, dan dijanjikan akan mendapat visa dan segera berangkat ke Tanah suci pada tanggal 21 atau 26nov. Menunggu beberapa hari dengan meng-update terus perkembangan informasi dari safarah Saudi, ternyata pembatasan atas jamaah haji ajnabi itu tidak ada! Dan lebih menyakitkan lagi pemberangkatan dilaksanakan pada akhir jadwal kapal Egypt-Saudi yakni tanggal 29 nov. Di malam keberangkatan para jamaah haji Indonesia dari mesir, saya hanya bisa melihat kepergian teman-teman dengan penuh kesedihan, beruntung saya terus dihibur terus oleh teman-teman yang hadir disana. Saya kecewa berat kenapa travel maupun broker harus menggunakan cara-cara permainan yang licik dan menipu untuk memojokan para calon jamaah haji. Siapakah yang bermain dibelakang ini semua, travel? atau broker?. Sempat terlihat batang hidung si broker, geram tangan ini ingin meninju, tapi semua ini adalah kehendak Allah, mungkin benar ini bukan waktunya.
|